Harga Minyak Terus Melonjak Setelah Trump Berlakukan Blokade Pengiriman Iran

Investing.com – Harga minyak melanjutkan reli tajam dalam perdagangan Asia pada Selasa setelah melonjak hampir 10% pada sesi sebelumnya, seiring meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran setelah Washington memutuskan untuk memberlakukan kembali blokade maritim terhadap Iran dan mengenakan biaya pada kargo yang melintas di Selat Hormuz.

Per pukul 08:56 WIB, Brent Oil Futures yang berakhir pada September naik 2,1%, sementara West Texas Intermediate (WTI) crude futures juga naik 2,1%.

Kedua tolok ukur tersebut melonjak hampir 10% pada sesi sebelumnya ke level tertinggi dalam satu bulan. Keduanya mencatatkan kenaikan persentase harian terbesar dalam beberapa bulan pada hari Senin.

Kenaikan terbaru ini menyusul pengumuman Presiden Donald Trump bahwa Amerika Serikat akan memberlakukan kembali blokade angkatan laut terhadap Iran setelah terjadinya kembali pertukaran militer dengan Teheran.

Trump juga menyatakan bahwa Washington akan memungut biaya sebesar 20% atas kargo yang melintas di Selat Hormuz untuk menutup biaya keamanan.

Militer AS menyatakan akan mulai memberlakukan blokade tersebut mulai Selasa, dengan menargetkan lalu lintas kapal yang terkait dengan Iran, sambil tetap mengizinkan pengiriman komersial netral untuk terus melintas di jalur perairan tersebut.

Iran melancarkan serangan drone terhadap aset-aset AS di Kuwait dan menyerang sebuah kapal di Selat Hormuz dengan rudal jelajah, sementara UEA melaporkan bahwa dua kapal tankernya diserang di perairan Oman.

Para investor tetap khawatir bahwa eskalasi militer lebih lanjut atau tindakan balasan dapat mengganggu aliran minyak dari Teluk, yang dilalui sekitar seperlima dari konsumsi minyak global.

Konflik yang kembali memanas ini terjadi setelah pertukaran serangan rudal dan drone antara pasukan AS dan Iran pada akhir pekan, yang secara efektif mengakhiri kesepahaman rapuh yang dicapai bulan lalu yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan di sekitar Selat Hormuz.

Teheran telah memperingatkan bahwa tindakan militer AS yang terus berlanjut dapat memicu serangan lebih lanjut yang berdampak pada infrastruktur energi regional.

Lonjakan harga minyak mentah berdampak pada pasar keuangan yang lebih luas, menekan pasar saham dan meningkatkan kekhawatiran inflasi, seiring para investor menilai kembali potensi dampak kenaikan biaya energi terhadap pertumbuhan global dan kebijakan bank sentral.

Artikel ini diterbitkan oleh Investing.com

Artikel Terkait