Harga minyak sedikit naik didorong aksi beli saat prospek pasokan membaik

Investing.com- Harga minyak sedikit menguat pada Jumat karena investor mengurangi posisi bearish menjelang akhir pekan libur di AS, meskipun membaiknya pasokan minyak mentah fisik dan tanda-tanda kelebihan pasokan jangka pendek terus membatasi kenaikan.

Pada pukul 11:40 WIB, U.S. Crude Oil WTI Futures naik 0,51% ke $69,04 per barel, sementara Brent Oil Futures menguat 0,65% ke $72,27 per barel.

Pergerakan terbaru ini terjadi saat para trader terus melepas premi risiko geopolitik yang terbentuk selama konflik Iran, dengan membaiknya aliran minyak mentah dari Teluk yang memperkuat ekspektasi pasokan jangka pendek yang memadai. Pada saat yang sama, laporan ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan meredam ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat, sementara indeks dolar AS relatif stabil, membantu menopang pasar komoditas dari tekanan lebih lanjut.

Negosiasi AS-Iran tetap menjadi sorotan

Investor terus memantau negosiasi antara Washington dan Teheran setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa Iran telah “menyetujui hampir semua yang kami butuhkan,” yang mengindikasikan bahwa pembicaraan sedang berjalan ke arah yang benar.

Namun, Wall Street Journal melaporkan bahwa Teheran menolak proposal untuk melepaskan klaimnya atas Selat Hormuz sebagai imbalan atas pencairan miliaran dolar dana Iran yang dibekukan. Laporan tersebut menyebutkan bahwa Washington telah menawarkan insentif finansial, termasuk akses ke aset yang dibekukan, untuk mengamankan hak lintas bebas melalui jalur perairan strategis tersebut, meskipun Iran sejauh ini menolak proposal itu.

Sinyal yang beragam ini membuat risiko geopolitik tetap berada dalam pantauan para trader, meskipun kekhawatiran akan gangguan segera terhadap pasokan minyak mentah dari Teluk terus mereda.

Kekhawatiran kelebihan pasokan terus menekan harga

ANZ menyatakan bahwa penumpukan posisi jual (short) baru-baru ini menjadi pendorong utama pelemahan harga futures minyak mentah, meskipun sebagian investor mengurangi taruhan bearish mereka menjelang akhir pekan libur di AS.

Bank tersebut menyebutkan bahwa kurva futures Brent masih berada dalam kondisi contango, di mana harga kontrak jangka pendek diperdagangkan di bawah kontrak berjangka lebih panjang, yang mengindikasikan ekspektasi kelebihan pasokan jangka pendek. Pulihnya aliran minyak mentah melalui Selat Hormuz memperkuat pandangan tersebut, sementara ekspor Arab Saudi telah pulih ke sekitar 90% dari level sebelum perang.

Pada saat yang sama, harga minyak mentah yang lebih rendah mendorong pembelian oleh kilang independen China, yang didukung oleh penetapan harga yang lebih fleksibel dari Arab Saudi dan Kuwait. Meski demikian, ANZ mencatat Iran masih kesulitan memasarkan minyak mentahnya, dengan lebih dari 58 juta barel yang tersimpan dalam floating storage dan lebih dari 90% belum mendapatkan tujuan pengiriman, menurut data Vortexa.

Pasar kini menantikan perkembangan lebih lanjut dalam negosiasi AS-Iran, aliran minyak mentah dari Teluk, serta tanda-tanda pemulihan permintaan setelah akhir pekan libur di AS sebagai penentu arah harga minyak selanjutnya.

Artikel ini diterbitkan oleh Investing.com

Artikel Terkait