Investing.com– Harga emas melemah dalam perdagangan Eropa pada Rabu setelah mencatat kenaikan tajam awal pekan ini seiring investor melakukan aksi ambil untung, sementara pasar menilai meningkatnya risiko geopolitik dan menunggu data ekonomi utama AS.
Emas spot turun 0,9% menjadi $4.455,50 per ons pada pukul 5:02 p.m. ET (22:02 GMT). Kontrak Berjangka Emas AS untuk pengiriman Maret turun 0,7% menjadi $4.466,95/oz.
Logam mulia telah reli dalam dua sesi terakhir, didukung oleh permintaan aset safe-haven setelah eskalasi ketegangan antara AS dan Venezuela.
Namun kenaikan tersebut kehilangan momentum karena para pedagang mengunci keuntungan dan mengalihkan fokus ke sinyal makroekonomi, dengan rebound moderat dolar juga membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Ketidakpastian geopolitik tetap tinggi setelah pasukan AS melakukan serangan di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro, sebuah peristiwa yang mengguncang pasar global dan mendorong permintaan aset safe-haven tradisional seperti emas.
Presiden Donald Trump mengatakan pada Selasa bahwa AS dan Venezuela telah mencapai kesepakatan yang akan membuat Caracas mengekspor hingga $2 miliar minyak mentah domestik ke Washington. Trump sebelumnya menuntut agar Venezuela dan Presiden interimnya Delcy Rodriguez secara efektif memberikan “akses” penuh kepada AS dan perusahaan minyak Amerika atas industri minyak negara tersebut yang luas dan menguntungkan.
Jika gagal melakukannya, Trump menyarankan bahwa intervensi militer AS lebih lanjut dapat dihadapi Venezuela.
Dalam sebuah unggahan di media sosial, Trump mengatakan Venezuela akan “menyerahkan” 30 juta hingga 50 juta barel “minyak yang dikenai sanksi” kepada Washington. Jutaan barel minyak telah terhalang untuk keluar dari Venezuela sejak Trump memberlakukan blokade terhadap negara Amerika Latin tersebut pada bulan Desember.
Perhatian kini beralih ke data ekonomi AS yang akan dirilis akhir pekan ini, khususnya laporan non-farm payrolls yang sangat diperhatikan dan dijadwalkan rilis pada Jumat. Angka-angka tersebut akan memainkan peran kunci dalam membentuk ekspektasi terhadap keputusan kebijakan suku bunga Federal Reserve tahun ini.
Pasar saat ini memperkirakan dua kali lagi pemangkasan suku bunga oleh The Fed tahun ini, sebuah latar belakang yang secara umum mendukung emas dengan mengurangi biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.





