Investing.com– Harga minyak stabil pada Jumat, hari perdagangan pertama tahun 2026, setelah mencatat penurunan tahunan terbesar sejak 2020, seiring investor menimbang risiko geopolitik terbaru dengan ekspektasi bahwa OPEC+ akan mempertahankan kebijakan pasokan saat ini dalam pertemuan akhir pekan ini.
Per pukul 21:13 ET (02:13 GMT), Brent Oil Futures yang berakhir pada Maret naik 0,2% ke $60,97 per barel, sementara kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga naik 0,2% ke $57,55 per barel.
Kedua kontrak tersebut turun hampir 20% sepanjang 2025, tertekan oleh kekhawatiran berkelanjutan atas kelebihan pasokan global dan pertumbuhan permintaan yang tidak merata.
Pertemuan OPEC+ di depan mata
Perhatian tertuju pada pertemuan OPEC+ yang dijadwalkan pada 4 Januari, di mana kelompok produsen ini secara luas diperkirakan akan tetap pada keputusannya untuk menghentikan peningkatan produksi lebih lanjut.
OPEC+ sepakat pada akhir tahun lalu untuk menunda rencana kenaikan pasokan pada awal 2026 dalam upaya menstabilkan harga setelah patokan minyak mentah mengalami penurunan tajam. Pasar memperkirakan kelompok tersebut akan menegaskan kembali sikap itu, dengan minimnya keinginan untuk menambah pasokan ke pasar yang sudah kelebihan suplai.
Ketegangan geopolitik memberi dukungan
Perkembangan geopolitik memberikan sedikit dukungan bagi harga. Presiden AS Donald Trump meningkatkan kampanyenya terhadap ekspor minyak Venezuela dengan menjatuhkan sanksi baru terhadap perusahaan-perusahaan yang berbasis di Hong Kong dan Tiongkok daratan.
Langkah-langkah tersebut menargetkan perusahaan dan kapal yang dituduh membantu Caracas menghindari pembatasan yang ada, sehingga memicu kekhawatiran akan potensi gangguan pengiriman minyak mentah Venezuela.
Ketegangan antara Rusia dan Ukraina juga kembali mencuat selama periode Tahun Baru, dengan kedua pihak dilaporkan saling menyerang pelabuhan Laut Hitam dan infrastruktur terkait.
Penurunan harga minyak tahun lalu sebagian besar didorong oleh kelebihan pasokan, ketika OPEC+ mencabut pemangkasan produksi dan produsen non-OPEC mempertahankan tingkat output yang tinggi. Faktor-faktor tersebut mengalahkan risiko gangguan pasokan akibat ketegangan geopolitik yang berulang, sehingga membuat harga tetap tertekan sepanjang sebagian besar tahun.





